Kisah Nafsu dan Jiwa


Mudah sungguh sang nafsu menggelodak rasa.

Kalau dulu, melangkah masuk dengan azam dan jiwa kental yang didoakan tak akan lagi tersungkur dengan rayuan nafsu, kembalinya layu walaupun layuannya tak terzahir dek karungan kasar yang menutup luarannya.

Kalau dulu, iman ini menolak jauh ruang-ruang panahan syaitan ke dalam hati, kini jiwa dibisik nafsu dan syaitan mendamba mesra yang sering cuba diselaputi debu-debu kebenaran yang tebal. Jijiknya hanya mampu terzahir dek pandangan mata mukmin yang benar-benar beriman.

Kalau dulu, awalnya diperingatkan langkah ini mungkin akan mengundang cuitan hati, walaupun meyakini takkan terjadi.. syaitan yang kecewa tika itu lekas-lekas memanah rasa, melontar tenungan…

Kalau dulu.. cuitan syaitan dan panahan nafsu ini tewas dalam lemas asyiknya, kini alhamdulillah, sang pejuang selayaknya gagah memacak bendera kemenangan demi kemenangan.

Jahiliah lama terkikis. Membuang satu persatu tabiat jijik di mata Allah. Gusarnya kerana jiwa ini seakan-akan tak menuntut pengajaran dari pengalaman. Betapa mudahnya hati terbuka?

Satu persatu rasa dicantas. Mendoakan yang terbaik untuk selamanya.
Ya Allah, aku tidak mahu mendustakan amanahMu, jauh sekali melanggar perintahMu…
Luruskan hati ini andai tersalah..

Terima kasih abah ummi kerana selamanya membelai hati
Terima kasih zahratul hamra’ kerana tak putus membajai hati
Layarkan bahtera ini dilautan DakwahMu selamanya Ya Allah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s