Mendidik nafsu


Bumi subur Adelaide banyak memberikan kenangan mujahadah terhebat sepanjang penghidupan. Ketika satu ketika, kita tewas dengan kehendak nafsu dan desakan arus yang seakan tak pernah putus jahilnya.. ketika itulah akal istimewa dari Allah,dan kedudukan hebat khalifah yang ditetapkan Allah, malah iman hidayah yang dikurniakan tak lagi terpancar dalam setiap tindakan dan amalan. Seakan-akan dikaburi kabus nafsu yang tak henti dalam menjajah diri.

Dalam bermujahadah, didikan buat diri itu sangat penting. Sepertimana seorang ibu mengajar anaknya membaca buku.. pelbagai cara dicuba. Menggunakan ‘flash card’, membaca buku bersama-sama anak, menghantar ke kelas tuisyen, membelikan buku-buku bergambar dan sebagainya.

Begitu juga dengan diri manusia. Sekiranya ketukan dengan hentakan kayu tak mampu mengubah jahiliah, mungkin perlu diganti dengan besi penukul.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s