Manusia dan Harapan


Sedar atau tidak, manusia secara fitrahnya sememangnya bergerak dalam aturan Allah. Hakikat itu tidak akan berubah, cuma terpulang pada manusia itu sendiri, segar atau tidak imannya dalam merasai hidup berTuhan?

“Kehidupan” merupakan keajaiban yang tak dapat dinafikan lagi. Hatta kejadian seorang manusia itu sendiri, terlalu unik untuk dikisahkan dalam kanvas tipis akal manusia. Dari setitis air mani yang hina, mampu membentuk daging, tulang temulang, kulit halus, rambut, kuku, mata dan sebagainya, yang berlainan sifat, fungsi dan bentuknya.

34. Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?” katakanlah: “Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?” (s.10)

Emosi

Begitu juga dengan emosi dan harapan. Sangat sukar untuk ditafsir. Kadang kala, kita tega dengan sikap tabah dalam menghadapi cabaran-cabaran besar yang tak mampu ditangkis oleh sabar orang lain, tetapi, pada satu ketika, perkara yang kecil-sekecilnya mampu mencuit hati dan perasaan kita. Tidak hairanlah kalau dilihat, pelbagai cara dilakukan oleh manusia dalam merawat dan mengatasi emosi yang tidak tentu turun naiknya. Ada yang baik, tetapi tak kurang juga yang buruknya. Menjadi masalah jika manusia bertindak zalim ke atas diri sendiri apabila mereka bertindak atas persangkaan buruk terhadap Allah. Sebagai contoh, ada yang membunuh diri kerana terlalu stress dengan tekanan yang berpunca daripada merasa gagal menjawab soalan peperiksaan dengan cemerlang. Sebalum perlu menghadapi kenyataan “GAGAL” dalam subjek tersebut, jalan pintas yang diambil adalah dengan membunuh diri, tanpa memikirkan ‘KEGAGALAN” dalam ujian yang lebih besar, iaitu ujian daripada Maha Pencipta. Nauzubillah. Justeru, janganlah kita berburuk sangka dengan Allah. Setiap yang berlaku, pasti ada hikmahnya.

35. Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekuturmu ada yang menunjuki kepada kebenaran?” Katakanlah “Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran.” Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?

36. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (s.10)

Apa yang penting, bagaimana Islam itu sendiri memandu arah umatnya dalam mengatasi masalah emosi dan masalh bersangka buruk terhadap Sang Pencipta? Disinilah sekali lagi dapat dilihat bahawa, keajaiban oleh Allah ternyata berganda. Allah membekalkan semua kepelikan yang bakal dihadapi manusia dengan bantuan manual lengkap al-Quran. Ternyata, Allah tidak meninggalkan manusia begitu sahaja. Pengharapan penuh kepada Allah merupakan satu aturan hidupan yang patut dilengkapi oleh semua manusia yang bergelar mukmin.

Berdoa

Berdoa merupakan satu agenda yang seharusnya menjadi pelengkap kronologi kisah kehidupan manusia. Fitrah mengharap dan berharap sememangnya ada pada manusia. Takutkan apa yang dicita takkan kunjung tiba sudah menjadi lumrah. Justeru, berdoa kepada Allah merupakan jalan keluar dari kekusutan dan putus harap manusia. Allah kan ada? Bicara Allah dalam al-Quran membuktikan kasih dan cintaNya pada manusia. Hanya tinggal kita untuk menagih kasihNya tanpa berbelah bahagi… Allah mengerah manusia supaya meminta kepadaNya apa yang dihajati.. Subhanallah….

29. Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan.” Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu[533] di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya).” (s.7)

55. Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas[549]

56. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (s.7)

22. Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.” s.10

60. Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (s.40)

186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (s.2)

Ingatkah lagi pada kisah Zakariya?

38. Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (s.3)

39. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat[193] (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.”

7. Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. (s.19)

Yang pada logik akal manusia, pasti takkan terlahirnya Yahya? Tetapi ternyata benarlah bahawa, Allah itu Maha Berkuasa dan Berkehendak, yang mampu sahaja menerobos akal logik manusia dengan keagunganNya. Tidak penat berdoa dan mengharap, Allah memakbulkan doa baginda Zakariya.Subhanallah.

62. Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

63. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.

64. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
(s.10)

Allah Maha Hebat, Pemurah, Pengasih dan Penyayang. Tak prlu berdukacita. Masih ada harapan. Harapan yang dilabuhkan setelah usaha dilayarkan. Ya Allah….. Tunjukkan aku cahaya….

109. Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. (s.10)

Bila ayat-ayat CINTA bercerita.. Tenangnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s