Debar-debar Jiwa


Harinya makin merapat. Berdebar? Bukan. Lebih dari itu. Tapi tak ingin lari bagai si pengecut yang tak tahu ke mana arah nak dituju. Lebih bermaruah menjadi si pemberani yang melepaskan kudrat usaha dengan doa kekuatan yang tak lepas dipohon dari Tuhan. Tiap degup kencang jiwa, yang perlu disadur dengan ketenangan milik Dia.

Perlu mencari ruang rehat penjana iman.

Entah apa ruang tarbiyah yang Allah sediakan buat hambaNya yang amat dhaif ini. Nyatanya, Dia benar-benar mentaqdirkan aku berada di sini, saat ini, ketika ini untuk melihat, merasai, melalui semuanya. Mungkin juga ruang rahmat? Ah. Tiap yang terjadi itu ada ruang rahmat dariNya. Ya, hanya jika kita mengerti dan memperhalusi neracaNya. Kerana Allah itu Maha Penyayang, tiada tolok bandingnya.

Harapnya bukanlah aku di sini sebagai golongan yang tercicir. Tetapi sebagai yang terpilih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s