Menulis lagi


Menulis dengan berperasaan. Menulis dari hati, bukan dengan emosi. Penulisan Imam As-Syahid Sayid Qutb, ‘Tafsir fizilalil Quran’ yang sarat dengan unsur-unsur rasa yang mengetuk jiwa betul-betul membuka hati dari dimensi yang berbeza. Ketukan yang sama. Nada yang berbeza.

Tulisan perasaannya basah dengan roh, bukan sekadar tulisan kering melontar sisipan nafsu yang bersulam emosi.

Akhirnya hari ini telah menghidangkan sunnah untuk aku menulis lagi. Bukan kerana sebabnya, tapi sunnatullah. Bila hati terketuk, qudrat manusia bertindak untuk memilih dalam ruang lingkup Maha Tahu Allah. Dan kini aku memilih untuk menulis lagi.

Dengan perasaan yang basah dengan roh. Bukan emosi gersang yang hanya mengundang sedap redup baca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s