Redha-Mu


Biar urat dan nafas
Tak putus mengaduh lelah
Biar harus aku merangkak mencapai sejadah
Biar terketar jemari mengangkat syahadah
Dahi tetap perlu mencecah bumi
Telapak tangan tega menekap tanah
Lutut nekad menghenyak lantai
Bibir kekal mengalun pujian

Saat itu
jiwa terbang menghadap Yang Esa

Subhanarabial a’la wabihamdih
Maha suci TuhanKu yang Maha Tinggi dan dengan segala puji-pujiannya

Tika itu
Hanya ada aku
Dan Cintaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s