Semutkah aku?


Aku punya seluruh alam
Yang memainkan peranan berbeza
Dalam mencorak jalan
Dalam mengirama rentak
Telus, aku mencintai seluruhnya
Namun, cinta pasti ada beza
Pada sang burung yang datang
Menyanyikan zikir bersamaku
Nekadnya ke akhir hayat..

Lalu, burunglah aku

Cuma kadang
Kerna aku insan dhaif
Lagi hina..
Lupa melihat semut kecil
Yang bersamaku
Nekadnya untuk ke akhir hayat

Kadang kala..
Kelibatnya memang ada
Memang aku kagumi
Kerajinannnya.. nekad usahanya
Tapi hati sendiri.. juga nekad
Untuk menidakkan rasa
Fikirku, “Sang semut mungkin sekadar menyinggah
Dalam perjalanan zikir
Membangun gah busutnya”

Sampaikan akhirnya ia perlu datang
Berkali-kali
Menggigit pedih jemari
Sering membuatkan
Aku mengalih pandang
Memerhatinya sungguh-sungguh!

Cuma bila begitu
Aku sering tertanya
Benarkah dia menggigit
Untuk menyentak rasaku
Tentang kehadirannya..
Atau sang semut sekadar
Melunaskan hukum alam?
Bila terancam.. menggigitlah ia
Hah.. Yang mana satu, kamu?

Biar yang sekadar menyinggah pun..
Aku tetap punya cinta pada sang semut

Cuma, semutkah aku?

One thought on “Semutkah aku?

  1. p/s: Doaku.. biar lah siratnya laju menyusuri benak
    Benak dia yang benar-benar kuniatkan
    Yang benar-benar aku tujukan
    Izinkan segalanya masuk
    Tanpa hijab, Ya Allah
    Izinkan bait siratnya
    Masuk terus tanpa ketukan izin
    Selebihnya aku serahkan
    Atas nama UrusanMu Ya Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s