Encik, makanan ni halal ke?


“Kenapa awak ketawa? Awak nak tanggung kalau darah daging anak-anak saya dari suapan makanan yang tak halal?” nadanya lembut. raut wajahnya masih tersenyum. tetapi, susunan kata-katanya cukup membuat telinga berdesing, insyaAllah terus sampai ke lubuk hati penjual makanan yang mula terkial-kial menceduk makanan. Tidak memerli-merli lagi. Moga dia ingat sampai bila-bila. ujarku dalam hati tatkala ummi selesai bercerita tentang apa yang dilaluinya tadi.

Itu ummi. Pelik dia melihat muslim sendiri memperlekeh teman seaqidah yang terlalu mengambil peduli halal-haram. Kedai makanan tersebut dimiliki muslim. Tiada tanda halal yang tertera. Laju ummi bertanyakan status halal-haram makanan tersebut.

“Kak, halal semua ni. semuanya halal. cuma songkok dengan telekung je kami tak pakai” ujarnya dengan nada sinis. Tersengih-sengih bagai menyindir soalan ummi.

Rindu adelaide. Call customer service, sume coding food dia tolong carikan. tu negara kafiaq tu.

ok. masih banyak yang perlu diusahakan. di tanah air tercinta ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s