Baitul Muslim: Beriltizam Dengan Batas-Batas Islam


Kita mahukan supaya hukum-hukum Islam dan adab-adabnya mampu mengawal dan menguasai setiap tahap dan peringkat pembangunan rumahtangga muslim. Sama ada dari peringkat pinangan, akad nikah, mempersiapkan rumahtangga sepasang suami isteri, masa pengantin baharu atau berbulan madu mestilah jauh dari segala adat lapuk, pusaka usang jahiliah yang rosak.

Sama ada jahiliah lama atau baru, yang bertentangan dengan syariat Allah Taala atau pun yang menjadi rintangan di jalan perkahwinan yang kadang-kadang menghalang langsung untuk terlaksananya perkahwinan. Mengapakah tidak dilaksanakan akad-nikah itu di Masjid? Di dalam udara yang bersih dan luas yang jauh dari segala sikap menunjuk-nunjuk dan adat-adat buruk? Berbelanja berlebih-lebihan dan boros yang bertentangan dengan syariat Islam? Cadangan itu adalah wajar.

Akad nikah di dalam Masjid tidak digemari oleh manusia sebagaimana dulu mereka tidak menggemari fesyen pakaian Islam. Tetapi kalau kita bersungguh-sungguh mendesak dan bertegas untuk melangsungkan juga akad nikah itu di dalam masjid, lama kelamaan ia akan menjadi perkara yang disukai oleh manusia dan akan menjadi perkara biasa. Sebagaimana fesyen pakaian Islam menjadi perkara lumrah dan disukai oleh manusia. Sesungguhnya itulah pertentangan di antara kemuliaan dan kehinaan.

Kalau kita berpegang teguh dengan kemuliaan dan adab-adab Islam, kita akan berjaya menegakkan dan menanamkan keperibadian Islam yang kita cita-citakan ke atas manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s